WELCOME

Get Gifs at CodemySpace.com

Blogspot

Selamat Datang di blog Laila Harapan..,,semoga dapat memberikan manfaat kepada anda...

Kamis, 03 Maret 2011

curhat

JEJAK PAHLAWAN PMII
Dengan menteskan air mata,ku tuliskan perjalanan hidup kakakku sang pejuang PMII,Almh.Sriwahyuningsih S.Pd.
23 maret 1986 adalah hari dimana ia dilahirkan..,,dibesarkan dalam keluarga yang sederhana di sebelah timur kota Tuban,dalam keluarga dan lingkungan sekitar ia dikenal ramah dan pandai bersosialisasi dengan semua orang,sehingga hampir semua orang di daerah ini mengenalnya...
Pendidikan pertama Almarhumah adalah di RA AL-Hidayah Leranwetan kemudian lanjut di MI AL-Hidayah dan MTs Al-hidayah sebuah yayasan yang terletak tak jauh dari rumah yang banyak memberikan ilmu2 agama kepada siswa siswinya,oleh karena itu Almarhumah melanjutkan sekolah di MAN TUBAN kemudian kuliah di UNDAR JOMBANG sebuah perjalanan pendidikan yang berformalitas agama. Ketika di Al-Hidayah Almarhumah aktif dalam setiap kegiatan dan tak dipungkiri dia pun menjadi leader diantara teman2nya.ketika lomba gerak jalan Almarhumah diposisi ketua,ketika kemah besar AL-marhumah diposisi Pimpinan Regu,bahkan dipercaya sebagai Master of ceremony ketika upacara/apel.banyak prestasi yang telah ia torehkan di Al-Hidayah. Kemudian Almarhumah meneruskan pendidikan di MAN TUBAN,walau ia tak setenar ketika di Al-Hidayah tapi Al-marhumah masih menjadi orang dibelakang panggung yang aktif dalam ke organisasian intra sekolah yakni OSIS. Ketika dulu Al-marhumah bercerita kepadaku di SMA ia selalu aktif mengikuti ‘Marcing band gema samudra pasai’ MAN TUBAN,dan semua hasil belajarnya di Drumband selalu ia praktekan dirumah diajarkan padaku, prestasinya tak cukup membanggakan tapi pengalamanya patut diacungi jempol,Almarhumah memang tumbuh menjadi wanita yang mandiri jarang sekali aku mendengar ia mengeluh.segala sesuatu ia lakukan sendiri dan ia tanggung sendiri resikonya meski kadang Ayah sering memarahinya karena keinginan kerasnya mengikuti setiap kegiatan.
-->
Setelah di MAN TUBAN Al-marhumah lanjut di UNDAR Jombang,Ketika pertama Ayah mengantarkanya daftar ulang, ayah dan kakak sempat kecelakaan di daerah ploso,Al-Hamdulillah tidak sebegitu parah..,,dan di hari pertama ia harus mulai hidup di Asrama putri mbak ika lah orang pertama yang ia kenal,ku lihat wajah sedih dan tetesan air mata Almarhumah sewaktu aku dan ayah hendak balik pulang tanpa dirinya,beberapa tahun kemudian semuanya terlewati dengan baik baik saja Almarhumah memulai menjadi aktivis PMII di komisariat UNDAR, sehingga ia pun dikenal oleh banyak orang,bisa dikatakan jaringanya sampai kemana-mana termasuk urusan Asmara iapun sering bercerita padaku,ketika di UNDAR orang pertama yang ia cintai adalah Qoyyim putra madura yang merupakan senior dari Almarhumah,tak berlangsung lama ia pun putus kemudian ia menjalin hubungan dengan ka’yasin seorang pujangga yang banyak memberikan Almarhumah hadiah puisi, tak berlangsung lama juga Almarhumah kemudian menemukan cinta terakhirnya di UNDAR yakni mas Alif Arek malang yang umurnya masih dibawah Almarhumah..,meski demikian Almarhumah merasakan kenyamanan menjalin hubungan dengan mas Alif,,Almarhumah selalu bercerita bahwa ia sudah mendapat restu dari ibu dan neneknya mas Alif,Almarhumah sangat menaruh harapan besar kepada mas Alif dia adalah cinta terakhirnya,namun ternyata harapan itu pudar ketika mas Alif mempunyai wanita lain di hatinya,semua masalah diselesaikan secara baik,Almarhumah memilih untuk break dari pada di duakan,,aku ingat betapa hancurnya hati Almarhumah,dalam profil HP ia tuliskan Laa Tahzan,dalam buku curhatnya pun ia tuliskan Laa Tahzan,kata pamungkas yang selalu ia ingat untuk menghibur dirinya.kini aku juga menggunakan kata itu untuk menghibur diriku ketika mengingat Almarhumah..,,
Setelah Almarhumah lulus dari UNDAR ia tidak mau berhenti belajar,,ia masih ingin melanjutkan S2 namun ekonomi berkata lain,Almarhumah harus mencari beasiswa jika ingin S2,perjuanganya di PMII UNDAR ia teruskan di PMII koordinator Jatim,ia menangani kader putri atau kordinator perempuan,tanggung jawab akan tugasnya ia pikul sampai akhir hayatnya..,di PMII Jatim sebenarnya banyak kontra yang ia hadapi,karena keluarga tidak suka ia berjuang untuk PMII yang membuatnya kesana kemari mondar mandir mengurusi organisasi,Ayah dan keluarga lebih suka Almarhumah mencari kerja yang formal yang menjamin masa depanya karena ia sudah tidak mahasiswa lagi tapi sudah jadi orang yang masanya adalah masa bekerja,semua saran dari orang sekitar ia tangkis..,,dia selalu bilang padaku PMII tidak mungkin ia lepaskan begitu saja,kalau tidak dimulai dari dirinya yang meneruskan,siapa lagi yang mau memperjuangkan..,,karena banyak temanya pun yang mundur tidak mau mengurusi PMII lagi,Akhirnya Ayah terserah apa kata Almarhumah ia masih boleh mengikuti PMII,tapi ketika ada pencalonan pamong Desa Almarhumah harus berhenti di PMII dan harus mulai terjun di dunia kerja nyata,hal tersebut tentunya membuat Almarhumah nggerundel karena ia tetap mau mengurusi PMII sampai kapanpun..,, mengingat nasehat Ayah Almarhumah menjadi instropeksi diri ia mencoba karir menjadi pengusaha kecil2an,ia dagang baju atau segala macam yang ia beli di surabaya kemudian ia jual di rumah..,,sebaliknya baju2 batik dari tuban ia jual ke teman2nya surabaya,dari hasil uang tersebut Almarhumah bisa mencukupi kebutuhanya,termasuk kebutuhanya dalam melakukan perjalanan untuk mengisi agenda di suatu daerah..,,Almarhumah adalah orang yang tahan banting,,ia rela kemana-mana untuk melaksanakan tugasnya di PMII,bahkan ia bercita cita untuk menjadi pengurus PB atau pengurus pusat PMII di jakarta, Subhanallah.. segala hidupnya ia curahkan untuk PMII, ketika di PMII ia menemukan cintanya kembali yakni kepada Almarhum Mas Hadi, Almarhumah selalu bercerita kepadaku ia sebenarnya tertarik dengan Almarhum mas Hadi walaupun mas Hadi usianya masih dibawahnya, hal tersebut yang membuat Almarhumah tidak mau dilamar oleh leki-laki lain...,karena ia menunggu mas Hadi lulus kuliah,ketika aku mulai hidup di surabaya Almarhum mas Hadi dan Almarhumah lah yang aku jadikan orang tua,karena ketika aku butuh apa2 di surabaya merekalah yang aku andalakan..,pahit rasanya ketika harus mengingat kebersamaan kami di hari2 terakhir sebelum mereka meninggalkan kita semua..,makan bertiga,bersepedah bertiga,jalan2 bertiga dan kenangan2 lainya sampai hari terakhir mereka hidup..,,betapa masih terngiang di fikiran kita semua terutama kakak2 PMII di surabaya yang merupakan rekan2 Almarhumah dan Almarhum mas Hadi.
-->
Hari kamis 7 oktober Almarhumah bersih keras untuk membelikan kain titipan temanya,walau hujan deras mengguyur Almarhumah tetap nekat berangkat ke kota Tuban untuk memenuhi titipan temanya yang nantinya mau di bawa ke surabaya jum’at sore..,keesokan harinya jum’at jam 2 Almarhumah berangkat ke surabaya sedangkan aku berangat pulang dari surabaya ke tuban,,di perjalanan berlawanan arah aku dan Almarhumah smsan,aku bilang kenapa ia harus ke surabaya disaat aku pulang ke rumah..,Almarhumah menjawab ”di surabaya masih banyak agenda yang harus diselesaikan,jadi mau tidak mau harus berangkat ke surabaya”.yah..ternyata aku tidak bisa bertemu denganya dihari terakhirnya,hari sabtu Almarhumah berusaha keras mencari kerja di tengah terik panas kota surabaya ia melamar pekerjaan di lembaga2 pendidikan di surabaya..,dilain posisi saat itu aku smsan dengan seseorang yang mau menjemput aku di bungurasih karena rencananya aku akan balik ke surabaya pada hari minggu, tak tahu kenapa aku ingat Almarhumah sehingga aku lebih memilih dijemput Almarhumah di bungurasih dari pada dijemput orang lain, kemudian sabtu siang aku pun sms Almarhumah “mbak..besuk jemput aku di bungurasih ya?”, Almarhumah membalas “Insya Allah soalnya nanti malam aku mau ngisi seminar di mojokerto”..,dalam benakku tumben2nya Almarhumah membalas Insya Allah..????,,ternyata Allah memang tidak menghendakinya..,,sabtu sore ia bersiap berangkat ke mojokerto untuk memenuhi undangan ngisi seminar di PMII mojokerto,semua temanya menyuruhnya untuk naik bis karena cuaca gerimis,,namun Almarhumah lebih milih naik sepedah motor minta diantar Almarhum mas hadi karena ia ingin langsung balik ke surabaya seusai mengisi seminar. Ditengah perjalanan mereka diguyur hujan jadi harus berteduh sebentar..,karena dikejar waktu dimana peserta seminar sudah berkumpul menanti kedatangan Almarhumah mereka berdua meneruskan perjalanan meski kondisi jalan sangat licin karena basahan air hujan,tak tahu apa yang telah terjadi disana jam 7 aku mendapat telvon dari nomer Almarhumah,terdengar suara laki2 yang lantang mengatakan bahwa yang punya nomer hp ini mengalami kecelakaan di jalan by pass mojokerto..,aku sempat tidak percaya aku kejar dengan berbagai pertanyaan2 untuk memastikan apakah memang benar kakaku yang mengalami kecelakaan itu,innalillahi wa inna ilaihi roji’un..serentak aku ucapkan ketika laki2 tersebut bilang bahwa korban sudah berada di kamar jenazah rumah sakit mojokerto,aku tak percaya ayah pun kaget ketika aku menyerahkan telvon itu pada Ayah,untuk memastikan jam 9 malam Ayah dan keluarga segera berangkat ke mojokerto..,,aku dan ibu dirumah hanya bisa berdoa berharap yang terbaik untuk kakakku..,,menunggu dan menunggu sampai keesokan harinya minggu 10-10-2010 datanglah mobil jenazah yang berhenti di depan rumahku,aku menguatkan diriku dan ibuku mencoba menyadari bahwa ini adalah kenyataan,kenyataan yang sudah digariskan oleh Allah..,tak terhitung berapa orang yang datang kerumah untuk memberikan sambutan terakhir pada Almarhumah..,terlihat teman2 PMII Almarhumah,teman2 UNDAR Jombang,teman2 Alumni MAN TUBAN dan para tetangga yang berdatangan kerumah untuk berbela sugkawa...,rasanya seperti mimpi buruk,tapi ini adalah taqdir Allah kuasa Allah yang bisa kapanpun mengambil hambanya...
Aku mulai mengingat pesan2 atau apa saja yang pernah Almarhumah sampaikan,,dulu sekitar bulan juni 2010 ketika aku dan Almarhumah nonton televisi melihat berita salah satu artis yang ingin menikah tanggal 10-10-2010, kemudian Almarhumah bilang “oiya tanggal cantik ya..pengen ah..!,,ga’ taw pngen apa, aku bilang ya nikah aja tanggal itu sambil guyonan..,,ternyata tanggal itu adalah tanggal dimana ia dan mas Hadi harus meninggalkan dunia ini,
Ketika aku membuka facebooknya aku terdiam sejenak melihat status terakhirnya ia tuliskan “Dunia ini bagaikan panggung sandiwara”,,apakah ini sebuah pesan yang ia tinggalkan untuk kita semua agar tidak terlena dengan kehidupan di dunia...,,apakah ia sudah merasakan akan segera menuju alam yang abadi..?? Wallahu a’lam..,,Kita setidaknya mendapat pelajaran dari sini..,,semoga Almarhumah mati meninggalkan nama, nama yang terkenang harum dijiwa dan disekeliling kita..,,bagiku dan mungkin bagi kita semua Almarhumah Sri wahyuningsih dan Almarhum mas Hadi adalah pejuang PMII yang memperjuangkan PMII sampai akhir hayatnya..,,semoga mereka diberikan tempat disisi Allah..Amal ibadahnya diterima dan perjuanganya dapat mengilhami kita semua...Amin...
Mari menghadiahkan Almarhum dan Almarhumah Al-fatihah dalam doa kita setelah sholat....!!kami keluarga Almarhumah meminta ma’af jika semasa hidup Almarhumah terdapat kesalahan dan kekhilafan yang menggores hati.. kami mohon ma’af....
Thanks for your attention....!


Minggu, 23 Januari 2011

DEMOKRASI

PRINSIP-PRINSIP DEMOKRASI

Suatu pemerintahan disebut pemerintahan yang demokratis jika pemerintahan tersebut menempatkan kewenangan tertinggi berada di tangan rakyat, kekuasaan pemerintah harus dibatasi, dan hak-hak individu harus dilindungi. Namun demikian, dalam praktiknya masih banyak kelemahan dan ketidaksesuaian dengan prinsip-prinsip di Negara-negara yang mengaku adalah negara demokrasi. Penerapan prinsip-prinsip demokrasi di masing-masing negara bersifat kondisional, artinya harus disesuaikan dengan situasi negara dan kondisi masyarakat yang bersangkutan.
  • Berikut adalah prinsip-prinsip demokrasi, yaitu:
1. keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik.
2. tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.
3. tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh warga negara.
4. penghormatan terhadap supremasi hukum
  • Berdasar pada the rule of law, maka prinsip demokrasi adalah sebagai berikut:
1. tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang.
2. kedudukan yang sama di dalam hukum.
3. terjaminya hak asasi manusia oleh undang-undang.

  • Jika menurut Robert A. Dahl, prinsip yang harus ada dalam system demokraasi, yaitu:
1. kontrol atas keputusan pemerintah.
2. pemilihan yang luber dan jurdil.
3. hak memilih dan dipilih.
4. kebebassan menyatakan pendapat tanpa ancaman.
5. kebebasan mengakses informasi.
6. kebebesan berserikat.
Sementara itu Inu Kencana dengan lebih terperinci menyebutkan tentang prinsip-prinsip demokrasi, yaitu:
a) adanya pembagian kekuasaan.
b) adanya pemilu yang bebas.
c) adanya managemen terbuka.
d) adanya kebebasan individu.
e) adanya peradilan yang bebas.
f) adanya pengakuan hak minoritas.
g) adanya pemerintahan yang berdasarkan hukum.
h) adanya pers yang bebas.
i) adanya beberapa parpol.
j) adanya musyawarah.
k) adanya persetujuan parlemen.
l) adanya pemerintahan yang constitutional.
m) adanya ketentuan tentang pendemokrasian.
n) adanya pengawasan pada administrasi public.
o) adanya perlindungan hak asasi.
p) adanya pemerintahan yang bersih.
q) adanya persaingan keahlian.
r) adanya mekanisme politik.
s) adanya kebijaksanaan Negara.
t) adanya pemerintahan yang mengutamakan tangung jawab.

PARAMETER DEMOKRASI

Prinsip-prinsip Negara demokrasi yang telah tersebutkan di atas kemudian dituangkan dalam konsep yang praktis untuk dapat diukur dan dicirikan. Ciri-ciri inilah yang kemudian dijadikan parameter untuk mengukur tingkat pelaksanaan demokrasi suatu Negara dalam menjalankan tata pemerintahanya sehingga dikatakan demokratis atau tidak, ada 4 aspek dalam mengukur hal ini, yaitu:
1) masalah pembentukan Negara.
2) dasar kekuasaan Negara.
3) susunan kekuasaan Negara.
4) masalah kontrol rakyat.
  • Menurut Djuanda Wijaya parameter kehidupan demokratis adalah sebagai berikut:
a. dinikmati dan dilaksanakan hak serta kewajiban politik oleh masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip dasar HAM yang menjamin adanya kebebasan, kemerdekaan, dan rasa merdeka.
b. penegakan hukum yang mewujud pada supremasi hukum.
c. kesamaan hak dan kewajiban anggota masyarakat.
d. kebebasan pers yang bertanggung jawab.
e. pengakuan pada hak minoritas.
f. pembuatan kebijakan Negara yang berlandaskan asas pelayanan, pemberdayaan, dan pencerdasan.
g. system kerja yang kooperatif dan kolaboratif.
h. keseimbangan dan keharmonisan.
i. tentara yang professional.
j. lembaga peradilan yang independent.
Amien Rais menambahkan kriteria lain dalam parameter demokrasi, yaitu:
a) adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan.
b) distribusi pendapatan secara adil.
c) kesempatan memperoleh pendidikan.
d) ketersediaan dan keterbukaan informasi.
e) mengindahkan fatsoen politik.
f) kebebasan individu.
g) semangat kerjasama.
h) hak untuk protes.
  • Pendapat berikutnya adalah pendapat dari Sri Soemantri yang menyatakan bahwa:
1. hukum diterapkan dengan persetujuan wakil rakyat yang dipilih secara bebas.
2. hasil pemilu dapat menyebabkan pergantian orang-orang dalam pemerintahan.
3. pemerintahan harus terbuka.
4. kepentingan minoritas harus dipertimbangkan.
  • Frans Magnis Suseno juga berpendapat bahwa parameter Negara demokrasi adalah:
1. Negara terikat hukum.
2. kontrol efektif pemerintahan oleh rakyat.
3. pemilu yang bebas.
4. adanya jaminan terhadap hak-hak minoritas.
  • Sedangkan menurut G. Bingham Powell Jr. menurutnya parameter Negara demokratis adalah:
1. pemerintah mengklaim mewakili hasrat para warganya.
2. klaim berdasarkan pada adanya pemilihan kompetitif secara berkala antara calon alternative.
3. partisipasi warga dewasa sebagai calon dipilih dan pemilih.
4. pemilihan bebas.
5. adanya kebebasan dasar warga negaranya.
  • Selanjutnya Affan Ghofar (pakar politik UGM) sejumlah prasyarat untuk mengamati apakah sebuah political order (pemerintahan) merupakan system yang demokratik atau tidak melalui ukuran:
1. akuntabilitas.
2. rotasi kekuasaan.
3. recruitment politik.
4. pemilihan umum.
5. adanya pengakuan dan perlidungan hak-hak dasar.
Kelima elemen tersebut berlaku secara universal di dalam melihat demokratis tidaknya suatu rezim pemerintahan (political order).


Senin, 05 Juli 2010

HIDUP ADALAH SEBUAH PROSES

Apakah yang terbenak dalam fikiran anda jika mendengar apa arti hidup…???, Memahami hidup adalah suatu proses sangat penting untuk membangun sikap hidup yang benar dan tepat guna. Memahami hidup adalah sebuah proses seorang akan bersikap seimbang saat melihat atau berada pada suatu kebaikan dan keburukan, kebahagiaan dan kedukaan. Kedukaan datang setelah kesukaan, kesukaan mengikuti kedukaan, semua mahluk hidup di dunia mengalami perputaran roda suka dan duka.

Hidup adalah suatu proses seperti halnya air dari gunung menuju laut, air dari gunung berasal dari air laut yang menguap menjadi mendung, mendung turun menjadi hujan. Hujan yang jatuh itulah yang menapaki lereng gunung terus menuju sungai, tidak ada sungai yang alami lurus menuju laut, sungai berliku-liku melalui berbagai daerah terus menuju laut. Proses alam itu berdasarkan kekuasaan Allah melalui tanda-tanda kebesaranya. Apabila Allah ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Kita? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak! Sebaliknya Allah membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Kita sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu, dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya yang tersembunyi dalam kulit kerang.''manusia dianugrahi akal dan daya untuk berupaya mendapatkan hadiah dari sang maha pencipta ( “keberhasilan”) tersebut.

Dewasa ini, banyak proses yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan hasil yang diinginkan,Sebagai contoh orang yang bertipe Climbers, yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan tapi sudah merasa puas dengan hal itu.

Tipe kedua adalah Climbers yaitu orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian, dan tak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang seperti ini senantiasa melihat hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang pernah dikatakan Dag Hammarskjold, ''Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Kita mencapai puncaknya. Karena begitu ada di puncak, Kita akan melihat betapa rendahnya gunung itu.''

Tipe ketiga adalah climbers yang ingin mencapai puncak mount evrest, tapi tidak mau mengambil resiko bersusah payah mendakinya, maka ia menyewa sebuah helicopter untuk mencapai puncak tersebut.

Menurut anda climbers yang manakah yang mendapatkan hasil paling memuaskan dalam tujuan yang sama tersebut..???

Analisa dari contoh di atas adalah seseorang akan mendapatkan keberhasilan yang memuaskan jika ia melakukan sebuah proses menuju keberhasilan tersebut, walau kadang terasa pahit menghadapi rintangan bahkan kegagalan yang harus dilalui ,namun ia akan mengerti dan menjadi berpengalaman sehingga nantinya ia dapat memberikan pelajaran dan motivasi pada penjejak atau generasi ia berikutnya dalam mencapai hasil sebagaimana telah ia peroleh..

IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.

* Praktek dalam kehidupan

Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita. Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan profesional atau spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu; banyak yang menjadi pekerja di pabrik,ladang, dan jalanan. Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti. Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki martabat dan kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh. Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair. Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit dan bumi sejenak berhenti untuk berkata, " Di sini hidup seorang penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik. " Begitu juga sebagai karyawan atau petambak, jika kita jalani dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan, niscaya keberhasilan pun akan semakin mendekat, kebahagiaan pun tidak akan jauh.

Dimana ada kehidupan, disitu pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Kita bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju, tergantung bagaimana kita menyikapi, dan bagaimana kita mensyukurinya. Memang terkadang rasa ketidakpuasan, dan besarnya keinginan bisa menjadi motivasi untuk selalu mendapatkan yang lebih, namun ketidakpuasan atau keinginan yang berlebihpun bisa menjadi jurang penghancur perjalanan hidup kita. Sering kita mengeluh, dengan yang kita dapatkan atau apa yang kita capai, dan hal itulah yang menjauhkan kita dari rasa bersyukur.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.
Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan,
''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.
Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi Ada cerita menarik dari seorang rekan yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga ia berhenti mengeluh dan mulai bersyukur. Ingatlah Allah menciptakan segala Sesuatu berdasarkan manfaat dan ibrahnya. Jangan pernah berhenti dan menyerah menghadapi proses kehidupan demi kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat.

Kamis, 08 April 2010

ISLAM BERJAYA

MASA KEJAYAAN ISLAM

ERA RASULULLOH SAW (622-632M) DAN PERIODE DAULAT KHULAFAUR RASYIDIN (632-661 M)

Kesuksesan Rasulullah Muhammad Saw dalam membangun peradaban Islam yang tiada taranya dalam sejarah dicapai dalam kurun waktu 23 tahun, 13 tahun langkah persiapan pada periode Makkah (Makiyyah) dan 10 tahun periode Madienah (Madaniyah). Periode 23 tahun merupakan rentang waktu kurang dari satu generasi, dimana beliau Saw telah berhasil memegang kendali kekuasaan atas bangsa-bangsa yang lebih tua peradabannya saat itu khususnya Romawi, Persia dan Mesir.

Seorang ahli pikir Perancis bernama Dr. Gustave Le Bone mengatakan:
“Dalam satu abad atau 3 keturunan, tidak ada bangsa-bangsa manusia dapat mengadakan perubahan yang berarti. Bangsa Perancis memerlukan 30 keturunan atau 1000 tahun baru dapat mengadakan suatu masyarakat yang bercelup Perancis. Hal ini terdapat pada seluruh bangsa dan umat, tak terkecuali selain dari umat Islam, sebab Muhammad El-Rasul sudah dapat mengadakan suatu masyarakat baru dalam tempo satu keturunan (23 tahun) yang tidak dapat ditiru atau diperbuat oleh orang lain”.

Masa kerasulan Muhammad Saw pada akhir periode Madienah merupakan puncak (kulminasi) peradaban Islam, karena disitulah sistem Islam disempurnakan dan ditegakkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”. (QS. Al-Maidah ayat 3).

Generasi masa itu merupakan generasi terbaik sebagaimana firman Alloh Swt:“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Alloh”. (QS. Ali Imran ayat 110).

PERIODE DAULAT UMAYYAH (661-750M)
Masa Kedaulatan Umayyah berlangsung selama lebih kurang 90 tahun. Beberapa orang Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M).
Disamping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Pada bidang pengembangan keilmuan, Daulat Umayyah mengawalinya dengan mengeluarkan sebuah kebijakan startegis. Adalah Khalifah Abdul Malik (685-705M) merupakan Khalifah pertama yang berhasil melakukan berbagi pembenahan administrasi pemerintahan dimana beliau memerintahkan penggunaan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan dan kenegaraan di seluruh wilayah Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur sampai Pegunungan Pyrenees di Sebelah Barat termasuk dalam berbagai administrasi kenegaraan lainnya yang pada perkembangan selanjutnya Bahasa Arab menjadi bahasa umum sebagai bahasa pengantar dunia (lingua franca), juga menjadi bahasa diplomatik antar Bangsa diantara Barat dan Timur bahkan berkembang menjadi bahasa ilmiah sampai kepada zaman renaissance, hingga Roger Bacon (1214-1294 M) dari Oxford ahli pikir Inggeris terbesar itu, menurut Ecyclopedia Britanica, 1951, volume II, halaman 191-197, mendorong sedemikian rupa untuk mempelajari Bahasa Arab guna memperoleh pengetahuan yang sangat murni, yang menyatakan bahwa: “Roger Bacon, placing Averroes beside Aristole and Avicenna, recomends the study of Arabic as the only way of getting the knowledge which bad versions obscured”, yakni “menganjurkan mempelajari Bahasa Arab sebagai jalan satu-satunya bagi memperoleh ilmu yang telah dikaburkan oleh versi-versi yang jelek” sebelumnya.

PERIODE DAULAT ABBASIYAH (132H/750M s.d. 656H/1258 M)
Masa Kedaulatan Abbasiyah berlangsung selama 508 tahun, sebuah rentang sejarah yang cukup lama dalam sebuah peradaban. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode: (1) Periode Pertama (132 H/750 M-232 H/847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama; (2) Periode Kedua (232 H/847 M-334 H/945 M), disebut pereode pengaruh Turki pertama; (3) Periode Ketiga (334 H/945 M-447 H/1055 M), masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua; (4) Periode Keempat (447 H/1055 M-590 H/l194 M), masa kekuasaan dinasti Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah; biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua; (5) Periode Kelima (590 H/1194 M-656 H/1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota Bagdad.
Pada masa pemerintahan Abbasiyah pertama juga lahir para imam mazhab hukum yang empat hidup Imam Abu Hanifah (700-767 M); Imam Malik (713-795 M); Imam Syafi'i (767-820 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (780-855 M).

Pencapaian kemajuan dunia Islam pada bidang ilmu pengetahuan tersebut tidak terlepas dari adanya sikap terbuka dari pemerintahan Islam pada saat itu terhadap berbagai budaya dari bangsa-bangsa sebelumnya seperti Yunani, Persia, India dan yang lainnya. Gerakan penterjemahan yang dilakukan sejak Khalifah Al-Mansur (745-775 M) hingga Harun Al-Rasyid berimplikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan umum, terutama di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, farmasi, biologi, fisika dan sejarah.
Pencapaian prestasi yang gemilang sebagai implikasi dari gerakan terjemahan yang dilakukan pada zaman Daulat Abbasiah sangat jelas terlihat pada lahirnya para ilmuwan muslim yang mashur dan berkaliber internasional seperti : Al-Biruni (fisika, kedokteran); Jabir bin Hayyan (Geber) pada ilmu kimia; Al-Khawarizmi (Algorism) pada ilmu matematika; Al-Kindi (filsafat); Al-Farazi, Al-Fargani, Al-Bitruji (astronomi); Abu Ali Al-Hasan bin Haythami pada bidang teknik dan optik; Ibnu Sina (Avicenna) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Kedokteran Modern; Ibnu Rusyd (Averroes) pada bidang filsafat; Ibnu Khaldun (sejarah, sosiologi). Mereka telah meletakkan dasar pada berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Beberapa ilmuwan muslim lainnya pada masa Daulat Abbasiyah yang karyanya diakui dunia diantaranya:
Al-Razi (guru Ibnu Sina), berkarya dibidang kimia dan kedokteran, menghasilkan 224 judul buku, 140 buku tentang pengobatan, diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin. Bukunya yang paling masyhur adalah Al-Hawi Fi ‘Ilm At Tadawi (30 jilid, berisi tentang jenis-jenis penyakit dan upaya penyembuhannya). Buku-bukunya menjadi bahan rujukan serta panduan dokter di seluruh Eropa hingga abad 17. Al-Razi adalah tokoh pertama yang membedakan antara penyakit cacar dengan measles. Dia juga orang pertama yang menyusun buku mengenai kedokteran anak. Sesudahnya, ilmu kedokteraan berada di tangan Ibnu Sina;
• Al-Battani (Al-Batenius), seorang astronom. Hasil perhitungannya tentang bumi mengelilingi pusat tata surya dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, 24 detik, mendekati akurat. Buku yang paling terkenal adalah Kitab Al Zij dalam bahasa latin: De Scienta Stellerum u De Numeris Stellerumet Motibus, dimana
terjemahan tertua dari karyanya masih ada di Vatikan;
• Al Ya’qubi, seorang ahli geografi, sejarawan dan pengembara. Buku tertua dalam sejarah ilmu geografi berjudul Al Buldan (891), yang diterbitkan kembali oleh Belanda dengan judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya’qubi historiae;
• Al Buzjani (Abul Wafa). Ia mengembangkan beberapa teori penting di bidang matematika (geometri dan trigonometri).

Sejarah telah membuktikan bahwa kontribusi Islam pada kemajuan ilmu pengetahuan di dunia modern menjadi fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bahkan bermula dari dunia Islamlah ilmu pengetahuan mengalami transmisi (penyebaran, penularan), diseminasi dan proliferasi (pengembangan) ke dunia Barat yang sebelumnya diliputi oleh masa ‘the Dark Ages’ mendorong munculnya zaman renaissance atau enlightenment (pencerahan) di Eropa.

Melalui dunia Islam-lah mereka mendapat akses untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan modern. Menurut George Barton, ketika dunia Barat sudah cukup masak untuk merasakan perlunya ilmu pengetahuan yang lebih dalam, perhatiannya pertama-tama tidak ditujukan kepada sumber-sumber Yunani, melainkan kepada sumber-sumber Arab.

Sebelum Islam datang, menurut Gustav Le Bon, Eropa berada dalam kondisi kegelapan, tak satupun bidang ilmu yang maju bahkan lebih percaya pada tahayul. Sebuah kisah menarik terjadi pada zaman Daulat Abbasiah saat kepemimpinan Harun Al-Rasyid, tatkala beliau mengirimkan jam sebagai hadiah pada Charlemagne seorang penguasa di Eropa. Penunjuk waktu yang setiap jamnya berbunyi itu oleh pihak Uskup dan para Rahib disangka bahwa di dalam jam itu ada jinnya sehingga mereka merasa ketakutan, karena dianggap sebagai benda sihir. Pada masa itu dan masa-masa berikutnya, baik di belahan Timur Kristen maupun di belahan Barat Kristen masih mempergunakan jam pasir sebagai penentuan waktu.